Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 April 2013

Puisi Karya Taufik Ismail : Tuhan 9 Cm

Net
Tuhan Sembilan Senti
 

Oleh : Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,

di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Jumat, 23 September 2011

Di Perbatasan Senja



Masih disini dengan guratan-guratan jiwa 
Yang berserakan dipenghujung  senja bertintakan emas, 
Seperti biasnya yang mengapung diatas riak gelombang dari laut nan dalam…
Aku bimbang                  
Diantara rasa yang menyeruak  hanya sedikit yang bermuara
Seperti dahan dahan dan ranting tertunduk lesu dalam tamaram, 
Begitulah hasratku kini terbelenggu 
Sementara senyum pujangga malam kian merogoh isi kantung

Minggu, 17 Juli 2011

Rajut Tak Sampai

 Oleh : Etty Rismanita


Masihkah aku bertahta di hati mu
Mengisi ruang rindu mu
Menjadi purnama di malam gelapmu
Kala bintang enggan berbagi terang
Kasih... kebisuan mu menghadirkan bimbang
Hatiku dalam menempuh terjalnya kasihmu
Tidakkah kau tahu..
Malam ku pamit menebar sedih

Rabu, 13 Juli 2011

Ingatkah



Ingatkah....
suatu ketika kita berada di bawah pohon cemara
Memandang laut biru dengan ombak pasang surut
Tenggelamkan hati pada rasa yang tak dimengerti
Sepoi hilir mudik pada rapatan jemari kita

Ingatkah....
Pada satu rasa itu
Rasa diam, kalu tapi bernada
Desah nafas yang terburu-buru
Mengejar tiap detik agar tidak kosong

Kamis, 16 Juni 2011

Aku cinta pada mu

Sayang ku ...
Kau lihat langit biru itu
Kedamaian bermula di atas sana
Ketika engkau gaduh dan bimbang

Sayang ku ...
Kau lihat samudera itu
Dalam nan tenang
Tak kan lenyap dan terhitung
Ketika hatimu ragu

Sayang ku ...
Kau lihat nuansa pagi
Embun menari di dedaunan
Temuilah
Ketika hatimu rindu

Sayang ku ...
Langit biru adalah hati ku
Samudera umpama cinta ku
Dan embun itu adalah raga ku
Sayang ku ...
Aku cinta pada mu