| Dok.Pribadi |
Ku pikir, tiada salahnya sesekali mengulik kenangan sebagai
tanda aku pernah ada, mungkin ada yang tersisa di balik puing-puing asa yang
telah tumbang kemarin lalu. Ku rebahkan raga pada tilam. Aku tak menyesali apa
yang telah terjadi, hanya saja sebuah kepergian yang begitu tiba-tiba
menghanyutkan jiwa, seperti merebut paksa apa yang telah menyatu dalam jiwaku.
Manusia mana yang sanggup hidup tanpa jiwa ? Mungkin aku telah mati, disilam
itu.
