Minggu, 02 Juni 2013

Awal Juni, Rantingku Tumbuh Empat

net
Kini aku berusia enam tahun, tepat dua bulan yang lalu dimana hari pertama aku melihat cinta, kasih sayang, semangat dan kebersamaan dari kelopak mata kecilku. Gejolak kelahiran itu terlahir dari jiwa-jiwa yang menolak tertindas, jiwa-jiwa yang merindukan keteduhan dan kedamaian. Lebih tepatnya aku dilahirkan saat-saat kehidupan sedang dalam musim kematian, gersang dan kemarau yang berkepanjangan. Dimana musim, silih berganti dalam hitungan kedipan mata. Dimana kehidupan malam berjalan tanpa sinar bulan dan kehidupan siangnya berjalan dalam kebutaan. Dimana senyuman adalah gua kegelapan yang dibungkus dengan indah dan tangisan adalah himne-himne perjuangan yang layak dialunkan diseluruh taman ini.

Sementara, disudut sana para musafir kehidupan terbungkuk-bungkuk, tertatih, menyampir beban diluar kemampuan bathin mereka. Dalam negeri taman ini, pada hari itu hanya diisi oleh kerangka-kerangka yang hidup, berjalan dengan dahaga, dengan panas yang membakar ubun-ubun. Mereka duduk diatas aturan-aturan yang mencekam, mencekik dan membunuh secara perlahan. Gejolak inilah dasar kelahiranku di tanah ini, oleh jiwa-jiwa yang tak menutup mata, jiwa-jiwa yang bersuara lembut.