Minggu, 07 Juni 2015

Yang tidak ku tahu rupanya

Yang ku dengar hanya suara yang meraba dalam hening, menghapus duka yang terlahir dari genangan luka. Sekonyong-konyongnya, air mata mengalir dan kau orang asing bak muara. Diam dan menerima tempahan duka yang seolah tak mau habis.

Setelah semuanya terlepas, aku baru sadar. Dan kita mengawali perkenalannya dari nol. Ku tahu tentangmu setidaknya dua hal, negeri asalmu dan nama. Itu saja. Dulu aku sempat menyesal kenapa tidak ku tanyakan semua tentangmu. Aku bodoh, cela ku sambil menokok kepala sendiri.
Malam itu cukup.