Selasa, 15 September 2015

Tentang kita

Dalam sepenggal waktu yang sama, hujan ini membawaku pada kau yang katanya sedan meratapi kedinginan. Hujan ini, katamu, membuat lamunan semakin nikmat. Membuat rindukian membara, seperti api yang tersulut bensin. Kau menghirupkan asap dari sebatang rokok kemudian menghembusnya ke udara,hilang bersama hujan.
Ya, kemudian aku mencoba menciptakan dunia fikirku sendiri. Hujan ini terkadang menjadi apa saja, menundukan hati, menadahkan kepala. Ia menjadi apa saja yang kau inginkan. Tapi jujur saja,  aku tidak pernah meminta rindu ini bersarang, membuat ku sulit bernafas. Apakau pernah menghela rindu?